10 Dzulhijjah 1434 H, bertepatan dengan tanggal 15 Oktober 2013. Merupakan hari yang indah. Di hari yang cerah itu, seluruh umat muslim memperingati hari raya Idul Adha.
Dari diskusi pada malam takbiran semalam, Saya bertekad mengajak kk Alfi untuk shalat Idul Adha yang pertama baginya dalam perjalan hidupnya, dan tekad ini didukung penuh oleh istri tercinta saya. Usia kk Alfi saat ini 2 tahun 10 bulan. dan sudah sering saya ajak ke masjid untuk shalat berjamaah, Alhamdulillah anak saya mengikuti gerakan-gerakan shalat, dirumah pun demikian, namun jika shalat berjamaah di masjid (shalat fardhu), Saya selalu berusaha berada di shaf paling belakang dan berada di bagian ujung shaf, agar tidak mengganggu/merusak tertibnya shaf.
Pagi itu 10 Dzulhijjah 1434 H cuaca sangat cerah, kakak Alfi sepertinya tahu akan diberikan pengalaman dan pelajaran baru di hari itu. Beliau sungguh ceria sejak bangun tidur (pas azan subuh) sampai di lapangan tempat shalat id. Sejak bangung tidur kakak alfi mengikuti saya berkatifitas kemanapun, sambil terus mengingatkan untuk shalat ke masjid (padahal shalatnya akan dilakukan dilapangan).
Setelah mandi dan semua siap, saya, kakak Alfi dan eyang berangkat ke lapangan parkir di suatu perkantoran, dimana dulu orang tua saya(papa) bertugas. kebetulan Papa saa itu kebagian jadwal sebagai panitia, sehingga harus datang lebih pagi dari kami, sehingga kami tidak pergi bersama-sama, sedangkan istri saya tinggal di rumah untuk karena anak saya yang kedua yang baru berusia 6 bulan belum bisa diajak shalat id.
Sesampainya dilapangan seperti biasa, saya mencari shaf belakang dan berada di ujung shaf agar tidak menggangu kekhusukan dan merusak tertibnya shaf. Kakak Alfi tampak sangat menikmati bertakbir bersama di lapangan, keceriaannya makin meningkat. Saat shalat akan dimulai, si kakak segera mengambil sikap berdiri sempurna untuk takbiratul ikhram. karena shalat id di rakaat pertama dilakukan 7 kali takbir setelah takbiratul ikhram, si kk seperti kecolongan karena berkali kali beliau mau rukuk, tapi jamaah lain tidak ada yg rukuk. :) dan seperti biasa saaf lafal alfatiha di bacakan, kakak Alfi pun berusaha mengikuti bacaan alfatiha itu. Di rakaat kedua pun kakak Alfi seperti kebingungan lagi karena ada 5 takbir tapi jemaah tidak rukuk juga. :)
setelah shalat usai, beberapa orang meninggalkan lapangan, padahal mendengarkan khutbah seusai shlat id merupakan salah satu hal yang menyempurnakan shalat id, Untung kakak Alfi tidak rewel di shalat id pertamanya ini, meskipun di lapangan, kakak alfi tetap ceria, dengan manjanya beliau berbaring di pangkuanku sambil menatap awan yang cerah dan sesekali burung melintas di udara, Alfi pun terhanyut dalam khayalnnya.. Sungguh indah masa kanak-kanak. Dan saya sangat beruntung dapat menemani anak saya tumbuh kembang seperti saat ini. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah.
Usai shalat kami pulang kerumah, dan suasana hati kakak Alfi yang ceria, beruah menjadi galau saat di ajak makan, huft, kambuh lagi penyakit males makannya. hehehehehe
A.Yosheri
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Oktober 2013
Jumat, 11 Oktober 2013
Permainan Malin Kundang
3 hari sebelum Idul Fitri (8 Agustus 2013), rumah eyang dan kakek sudah diramaikan oleh anak-anak, menantu dan cucu-cucunya. Kala itu semuanya berkumpul di rumah eyang dan kakek.
ke lima cucunya (mbak Ais, dek azam, mbak nabila, dek nayla, dan kakak alfi) begitu menikmati bermain bersama-sama. Anak saya yang biasanya bobonya teratur jam 8 malem paling telat, kali ini bisa mencapai jam 10 malam, karena keasyikan bermain.
Ada satu permainan yang saya perkenalkan pada saat itu, permainan ini merupakan permainan saya masih kecil, mungkin juga bagi pembaca blog ini. dan ternyata permainan ini memang hampir punah, memaang terlalu dini menyimpulkannya, karena hanya 3 fakta yang saya dapat, saya menanyakan kepada mbak ais (yang sudah duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 3) tentang permainan malin kundang. mbak ais malah balik tanya permainan apa gerangan, rupanya beliau belum pernah memainkannya selama ini. hehehehe.
Tanya ke mbak nabila (yang duduk di kelas 1 sekolah dasar) juga demikian, belum mengenal permainan "malin kundang". mbak nayla yg duduk di bangku TK juga, apalagi dek Azam dan kak Alfi yang notabene usianya sama dan belum sekolah saat itu
Baikla, tugas saya sebagai orang tua melestarikan permainan tradisional (seperti pada posting saya yang lain di blog ini) dengan cara mengajak dan memperkenalkan permainan ini kepada mereka. (semoga permainan ini di bawa ke lingkungan mereka, dan dimainkan bersama-sama anak seusia mereka). Jujur saya cukup khawatir dengan perkembangan permainan anak saat ini, yang kebanyakan main secara digital, bersifat individu dan minim kegiatan fisik, yang mana menurut saya kegiatan fisik dan permainan anak-anak tradisional lebih mengasyikan dan memiliki banyak nilai positifnya. Banyak di permainan tradisional anak-anak mengandung unsur kebersamaan, kerjasama, kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, kejujuran dan masih banyak hal positif lainnya.
Baiklah cukup prolognya, mari kita masuk ke topik utama, yaitu permainan "Malin Kundang". Permainan ini dapat dilakukan oleh minimal 2 orang, makin banyak peserta makin seru dan asik.. heheheh
Sebelum permainan dimulai, disepakati dulu pada angka-angka berapa malin kundang harus tetap menjadi batu (tidak boleh bergerak) misal angka 1, 5, 7 . Angka ini harus diingat tiap peserta, karena jika ia lupa di angka ini ia tidak boleh bergerak, maka ia bisa menjadi sang Emak.
Sebelumnya harus hompimpa dulu sampai ada sisa satu anak/peserta yang kalah dan mendapat bagian "emak",
anak ini berdiri sekitar 5-10 langkah dari peserta lain (yang akan menjadi malin kundang). jarak antara anak yg menjadi emak dan menjadi malin kundang dapat disesuaikan dengan lokasi permainan, seberapa luas tempat yang ada.


kemudian sang emak tadi membelakangi para malin kundang yang berada di belakangnya seperti gambar diatas.
Permainan di mulai dengan menyanyikan lagu malin kundang secara bersama sama, dan masih dalam posisi masing-masing

Setelah lagu selesai maka para malin kundang menjadi patung dengan gaya yang aneh-aneh atau lucu. Disaat bersamaan sang emak akan menyebut "satu" sambil menoleh ke belakang, dan memperhatikan para malin kundang yang sudah menjadi batu (maksimal 5 detik), jika ada malin kundang yang bergerak, maka peran emak di gantikan oleh malin kundang malang itu. dan permainan dimulai dari awal lagi.

Jika semua malin kundang tidak ada yang bergerak selama di pantau emak, maka emak kembali membelakangi para malin kundang, dan saat inilah para malin kundang berusaha mendekati emak untuk menyentuh emak sebelum hitungan emak sampai ke hitungan sepuluh, jika sampai hitungan ke sepuluh, emak tidak tersentuh oleh salah satu malin kundang, maka para malin kundang ini diwajibkan hompimpa hingga tersisa satu peserta yang kalah yang akan menjadi pengganti emak.
peserta yang pada permainan sebelumnyanya menjadi Emak, otomatis akan menjadi malin kundang dan permainan dimulai dari awal lagi.
Emak melanjutkan hitungannya dua, tiga, empat (para malin kundang pun terus berusaha mendekati emak agar bisa di sentuh), tapi pada saat hitungan ke lima, speerti perjanjian sebelumnya tidak ada malin kundang yang boleh bergerak, dan emak pun melakukan inspeksi untuk memastikan tidak ada yang bergerak, seperti pada hitungan satu tadi.
hitungan di lanjutkan enam, tujuh (inspeksi lagi), dan misal pada hitungan delapan atau sebelum sepuluh ada malin kundang yang berhasil menyentuh emak, maka semua malin kundang berlari, agar tidak dapat ditangkap emak (disini tantangannya, malin kundang harus ada yg berani dan bertanggung jawab, untuk menyentuh emak agar permainan berlanjut), jika tidak ada yang berani sampai hitungan sepuluh, maka salah satu dari para malin kundang inilah yang akan menggantikan sang emak dengan ditentukan nasibnya oleh hompimpa atau suit.
setelah emak tersentuh maka emak berusaha menangkap para malin kundang yg durhaka tadi, sampai semuanya tertangkap atau tersentuh (ada baiknya agar si emak ga terlalu jengkel area berlalri dibatasi, sehingga permainan pun akan lebih menantang dan seru)
Demikian bagian pertama dalam upaya saya untuk melestarikan permainan tradisional untuk anak-anak.
Semoga ini dapat membangkitkan kenangan dan semangat kita untuk membentuk anak-anak untuk lebih bisa menikmati masa kanak-kanaknya dan mendapatkan banyak hal-hal positif dalam masa tumbuh kembang mereka
Salam,
A.Yosheri
ke lima cucunya (mbak Ais, dek azam, mbak nabila, dek nayla, dan kakak alfi) begitu menikmati bermain bersama-sama. Anak saya yang biasanya bobonya teratur jam 8 malem paling telat, kali ini bisa mencapai jam 10 malam, karena keasyikan bermain.
Ada satu permainan yang saya perkenalkan pada saat itu, permainan ini merupakan permainan saya masih kecil, mungkin juga bagi pembaca blog ini. dan ternyata permainan ini memang hampir punah, memaang terlalu dini menyimpulkannya, karena hanya 3 fakta yang saya dapat, saya menanyakan kepada mbak ais (yang sudah duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 3) tentang permainan malin kundang. mbak ais malah balik tanya permainan apa gerangan, rupanya beliau belum pernah memainkannya selama ini. hehehehe.
Tanya ke mbak nabila (yang duduk di kelas 1 sekolah dasar) juga demikian, belum mengenal permainan "malin kundang". mbak nayla yg duduk di bangku TK juga, apalagi dek Azam dan kak Alfi yang notabene usianya sama dan belum sekolah saat itu
Baikla, tugas saya sebagai orang tua melestarikan permainan tradisional (seperti pada posting saya yang lain di blog ini) dengan cara mengajak dan memperkenalkan permainan ini kepada mereka. (semoga permainan ini di bawa ke lingkungan mereka, dan dimainkan bersama-sama anak seusia mereka). Jujur saya cukup khawatir dengan perkembangan permainan anak saat ini, yang kebanyakan main secara digital, bersifat individu dan minim kegiatan fisik, yang mana menurut saya kegiatan fisik dan permainan anak-anak tradisional lebih mengasyikan dan memiliki banyak nilai positifnya. Banyak di permainan tradisional anak-anak mengandung unsur kebersamaan, kerjasama, kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, kejujuran dan masih banyak hal positif lainnya.
Baiklah cukup prolognya, mari kita masuk ke topik utama, yaitu permainan "Malin Kundang". Permainan ini dapat dilakukan oleh minimal 2 orang, makin banyak peserta makin seru dan asik.. heheheh
Sebelum permainan dimulai, disepakati dulu pada angka-angka berapa malin kundang harus tetap menjadi batu (tidak boleh bergerak) misal angka 1, 5, 7 . Angka ini harus diingat tiap peserta, karena jika ia lupa di angka ini ia tidak boleh bergerak, maka ia bisa menjadi sang Emak.
Sebelumnya harus hompimpa dulu sampai ada sisa satu anak/peserta yang kalah dan mendapat bagian "emak",
anak ini berdiri sekitar 5-10 langkah dari peserta lain (yang akan menjadi malin kundang). jarak antara anak yg menjadi emak dan menjadi malin kundang dapat disesuaikan dengan lokasi permainan, seberapa luas tempat yang ada.
kemudian sang emak tadi membelakangi para malin kundang yang berada di belakangnya seperti gambar diatas.
Permainan di mulai dengan menyanyikan lagu malin kundang secara bersama sama, dan masih dalam posisi masing-masing
Setelah lagu selesai maka para malin kundang menjadi patung dengan gaya yang aneh-aneh atau lucu. Disaat bersamaan sang emak akan menyebut "satu" sambil menoleh ke belakang, dan memperhatikan para malin kundang yang sudah menjadi batu (maksimal 5 detik), jika ada malin kundang yang bergerak, maka peran emak di gantikan oleh malin kundang malang itu. dan permainan dimulai dari awal lagi.
Jika semua malin kundang tidak ada yang bergerak selama di pantau emak, maka emak kembali membelakangi para malin kundang, dan saat inilah para malin kundang berusaha mendekati emak untuk menyentuh emak sebelum hitungan emak sampai ke hitungan sepuluh, jika sampai hitungan ke sepuluh, emak tidak tersentuh oleh salah satu malin kundang, maka para malin kundang ini diwajibkan hompimpa hingga tersisa satu peserta yang kalah yang akan menjadi pengganti emak.
peserta yang pada permainan sebelumnyanya menjadi Emak, otomatis akan menjadi malin kundang dan permainan dimulai dari awal lagi.
Emak melanjutkan hitungannya dua, tiga, empat (para malin kundang pun terus berusaha mendekati emak agar bisa di sentuh), tapi pada saat hitungan ke lima, speerti perjanjian sebelumnya tidak ada malin kundang yang boleh bergerak, dan emak pun melakukan inspeksi untuk memastikan tidak ada yang bergerak, seperti pada hitungan satu tadi.
hitungan di lanjutkan enam, tujuh (inspeksi lagi), dan misal pada hitungan delapan atau sebelum sepuluh ada malin kundang yang berhasil menyentuh emak, maka semua malin kundang berlari, agar tidak dapat ditangkap emak (disini tantangannya, malin kundang harus ada yg berani dan bertanggung jawab, untuk menyentuh emak agar permainan berlanjut), jika tidak ada yang berani sampai hitungan sepuluh, maka salah satu dari para malin kundang inilah yang akan menggantikan sang emak dengan ditentukan nasibnya oleh hompimpa atau suit.
setelah emak tersentuh maka emak berusaha menangkap para malin kundang yg durhaka tadi, sampai semuanya tertangkap atau tersentuh (ada baiknya agar si emak ga terlalu jengkel area berlalri dibatasi, sehingga permainan pun akan lebih menantang dan seru)
Demikian bagian pertama dalam upaya saya untuk melestarikan permainan tradisional untuk anak-anak.
Semoga ini dapat membangkitkan kenangan dan semangat kita untuk membentuk anak-anak untuk lebih bisa menikmati masa kanak-kanaknya dan mendapatkan banyak hal-hal positif dalam masa tumbuh kembang mereka
Salam,
A.Yosheri
Nyuci mobil atau balapan lap?
Ada kebiasaan baru anak pertama saya (Alfian), kalo papanya sedang mencuci mobil, dia pun memaksa untuk ikutan nyuci mobil. Ya, hal ini menurut saya hal positif, anak saya meniru kegiatan postif saya, istri, dan keluarga disekitarnya.
Senangnya nyuci mobil di bantu si kakak, meskipun bagian yg sudah dikeringkan dilap lagi dengan lap basah, terus demikian hingga si kakak merasa puas dengan hasil lap nya. Meskipun harus mengelap berulang ulang pada bagian yang kering dan di buat basah lagi sama si kakak, tetapi hati ini bahagia melihatnya.
Senangnya nyuci mobil di bantu si kakak, meskipun bagian yg sudah dikeringkan dilap lagi dengan lap basah, terus demikian hingga si kakak merasa puas dengan hasil lap nya. Meskipun harus mengelap berulang ulang pada bagian yang kering dan di buat basah lagi sama si kakak, tetapi hati ini bahagia melihatnya.
9 September 2013
Yap, pagi itu merupakan pagi yang indah, sambil mengajak main kk nya Arsyila, saya juga membiasakan arsyila untuk bisa membalikan badannya sendiri dari posisi terlentang.
Beberapa saat saya tinggalkan arsyila sendirian diatas kasur dengan posisi terlentang dan asik memainkan tangannya, saat itu saya ke kamar mandi untuk mengeluarkan hasil metabolisme tubuh. sekembalinya saya ke kamar, saya mendapati Arsyila sudah dalam posisi tengkurep, dan kepalanya agak sedikit diangkat seperti berusaha merangkak.Akhirnya anak ke dua ku bisa membalikan tubuhnya sendiri. Saya sampaikan kabar gembira ini kepada istri yang sedang memasak di dapur
Ya hari itu 9 September 2013, hari pertama Arsyila dapat membalikan badannya sendiri dari posisi terlentang. Sungguh indah momen-momen seperti ini.
Hingga tulisan ini di buat 11 Oktober 2013, Arsyila sudah sangat lincah membolak balikan badannya, bahkan mengejar kk alfi dengan cara menggulingkan badannya di kasur. hehehehe. jadi kalo ditanya sudah berapa kali bisa tengkurep, ya saya sudah ga tau berapa kali pastinya, yang pasti sudah banyak banget. hehehehehe
Beberapa saat saya tinggalkan arsyila sendirian diatas kasur dengan posisi terlentang dan asik memainkan tangannya, saat itu saya ke kamar mandi untuk mengeluarkan hasil metabolisme tubuh. sekembalinya saya ke kamar, saya mendapati Arsyila sudah dalam posisi tengkurep, dan kepalanya agak sedikit diangkat seperti berusaha merangkak.Akhirnya anak ke dua ku bisa membalikan tubuhnya sendiri. Saya sampaikan kabar gembira ini kepada istri yang sedang memasak di dapur
Ya hari itu 9 September 2013, hari pertama Arsyila dapat membalikan badannya sendiri dari posisi terlentang. Sungguh indah momen-momen seperti ini.
Hingga tulisan ini di buat 11 Oktober 2013, Arsyila sudah sangat lincah membolak balikan badannya, bahkan mengejar kk alfi dengan cara menggulingkan badannya di kasur. hehehehe. jadi kalo ditanya sudah berapa kali bisa tengkurep, ya saya sudah ga tau berapa kali pastinya, yang pasti sudah banyak banget. hehehehehe
Senin, 11 Maret 2013
Permainan Anak Tradisional
Hari ini diskusi yang terjadi di mushola selepas shalat dzuhur membicarakan tentang mainan anak zaman sekarang. Rekan-rekan kerja sependapat bahwa mainan anak zaman sekarang membuat anak-anak kurang kreatif dan kurang adanya aktifitas fisik yang dapat menyehatkan dan menopang tumbuh kembang anak (seperti main hp, video game, dll).
Terlintas ide untuk mendokumentasikan permainan anak-anak zaman dulu (seperti kelereng/ekar (bahasa palembang, -red), cak ingkling (bahasa palembang, -red), tungkupan (bahasa palembang, -red), calak cadang (bahasa palembang, -red), dan permainan lainnya). Dan juga tidak hanya sampai mendokumentasikan saja. Tetapi juga menerapkan permainan itu pada anak-anak zaman sekarang (paling tidak anak sendiri).
Sedikit yang saya tangkap dari pembicaraan ringan di mushola tadi, bahwa dulu meski permainan tidak diajarkan oleh orang tua, anak-anak bisa memainkannya karena diajarkan guru (mulai dari membuat pistol-pistolan dari kertas, pesawat terbang, sampai ke permainan calak cadang (ini biasanya dikenalkan pada saat penjaskes, karena ada aktifitas fisik yang cukup menyehatkan).
Selain membuat kreatif dan menyehatkan anak-anak, permainan dulu memiliki nilai-nilai budipekerti dan nilai tambah lainnya, seperti sportifitas yang di junjung tinggi, kejujuran, kepemimpinan dan lain-lain.
Besar harapan saya dapat menularkan kembali permainan yang pernah saya alami kepada anak-anak saya dan teman-temannya kelak. Semoga saya masih dapat mengingat permainan-permainan yang dimaksud (akan dibahas ditopik terpisah). Untuk rekan-rekan yang membaca artikel ini, saya harap dapat membantu saya dengan cara mengingat kembali permainan yang pernah kita mainkan di masa kecil dan menularkannya pada lingkungan sekitar. Atau bila memungkinkan dapat menulis komentar di blog saya ini. Semoga anak-anak Indonesia dapat terus berkreatifitas dan terus memajukan negara tercinta ini.
Terlintas ide untuk mendokumentasikan permainan anak-anak zaman dulu (seperti kelereng/ekar (bahasa palembang, -red), cak ingkling (bahasa palembang, -red), tungkupan (bahasa palembang, -red), calak cadang (bahasa palembang, -red), dan permainan lainnya). Dan juga tidak hanya sampai mendokumentasikan saja. Tetapi juga menerapkan permainan itu pada anak-anak zaman sekarang (paling tidak anak sendiri).
Sedikit yang saya tangkap dari pembicaraan ringan di mushola tadi, bahwa dulu meski permainan tidak diajarkan oleh orang tua, anak-anak bisa memainkannya karena diajarkan guru (mulai dari membuat pistol-pistolan dari kertas, pesawat terbang, sampai ke permainan calak cadang (ini biasanya dikenalkan pada saat penjaskes, karena ada aktifitas fisik yang cukup menyehatkan).
Selain membuat kreatif dan menyehatkan anak-anak, permainan dulu memiliki nilai-nilai budipekerti dan nilai tambah lainnya, seperti sportifitas yang di junjung tinggi, kejujuran, kepemimpinan dan lain-lain.
Besar harapan saya dapat menularkan kembali permainan yang pernah saya alami kepada anak-anak saya dan teman-temannya kelak. Semoga saya masih dapat mengingat permainan-permainan yang dimaksud (akan dibahas ditopik terpisah). Untuk rekan-rekan yang membaca artikel ini, saya harap dapat membantu saya dengan cara mengingat kembali permainan yang pernah kita mainkan di masa kecil dan menularkannya pada lingkungan sekitar. Atau bila memungkinkan dapat menulis komentar di blog saya ini. Semoga anak-anak Indonesia dapat terus berkreatifitas dan terus memajukan negara tercinta ini.
Jumat, 21 Desember 2012
Sepotong kartu ATM
Tadi malam saya memeriksa kantong-kantong yang ada di dompet saya. Dan sungguh menakjubkan saya menemukan potongan ATM di dompet saya tersebut.<br />
Kilas balik sedikit mengenai dompet saya yang saya miliki saat ini, dompet ini merupakan pemberian pacar saya (sekarang istri saya) saat saya berulang tahun, tahun 2004, artinya dompet ini sudah menemani saya 8 tahun pada tahun ini, dan masih tetap bagus dan terawat. Tahun 2004, merupakan masa saya masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah.
Kala kuliah saya juga memiliki penghasilan sendiri dengan menjadi Asisten Laboratorium di universitas tempat saya kuliah. dan masih terngiang di ingatan saya tahun 2004 itu juga lah saya menjadi asisten laboratorium, artinya tahun itulah pertama kali saya mendapatkan upah dari keringat saya secara bulanan. karena sudah memiliki penghasilan yang boleh dikatakan tidak besar jikalau tidak ingin dikatakan kecil, maka saya beserta teman saya (teman seperjuangan, satu kelas, suka tidur dikosan saya, bersama-sama ikut tes asisten laboratorium yang sama, dan menjadi asisten laboratorium yang sama, bahkan pernah satu kantor setelah lulus kuliah dan masih tetap kontak hingga saat ini) membuat rekening di salah satu bank yang berada di kampus. Dan rekening inilah yg menjadi rekening tampungan untuk upah yg saya terima.
Untuk nomor rekeningnya saya sudah lupa, begitupun buku tabungannya entah kemana, tapi potongan dari kartu ATM rekening penampung penghasilan pertama saya, masih tersimpan baik di dompet saya, nomor kartu masih cukup jelas dan nama saya juga jelas tercetak di kartu tersebut. Ingat kala itu jikalau sudah akhir bulan suka buru-buru ke ATM tuk menyedot upah yang saya terima, meski tidak banyak, tapi lumayan untuk ukuran mahasiswa.
Dengan ini saya lampirkan potongan sejarah dalam hidup saya :)
Kilas balik sedikit mengenai dompet saya yang saya miliki saat ini, dompet ini merupakan pemberian pacar saya (sekarang istri saya) saat saya berulang tahun, tahun 2004, artinya dompet ini sudah menemani saya 8 tahun pada tahun ini, dan masih tetap bagus dan terawat. Tahun 2004, merupakan masa saya masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah.
Kala kuliah saya juga memiliki penghasilan sendiri dengan menjadi Asisten Laboratorium di universitas tempat saya kuliah. dan masih terngiang di ingatan saya tahun 2004 itu juga lah saya menjadi asisten laboratorium, artinya tahun itulah pertama kali saya mendapatkan upah dari keringat saya secara bulanan. karena sudah memiliki penghasilan yang boleh dikatakan tidak besar jikalau tidak ingin dikatakan kecil, maka saya beserta teman saya (teman seperjuangan, satu kelas, suka tidur dikosan saya, bersama-sama ikut tes asisten laboratorium yang sama, dan menjadi asisten laboratorium yang sama, bahkan pernah satu kantor setelah lulus kuliah dan masih tetap kontak hingga saat ini) membuat rekening di salah satu bank yang berada di kampus. Dan rekening inilah yg menjadi rekening tampungan untuk upah yg saya terima.
Untuk nomor rekeningnya saya sudah lupa, begitupun buku tabungannya entah kemana, tapi potongan dari kartu ATM rekening penampung penghasilan pertama saya, masih tersimpan baik di dompet saya, nomor kartu masih cukup jelas dan nama saya juga jelas tercetak di kartu tersebut. Ingat kala itu jikalau sudah akhir bulan suka buru-buru ke ATM tuk menyedot upah yang saya terima, meski tidak banyak, tapi lumayan untuk ukuran mahasiswa.
Dengan ini saya lampirkan potongan sejarah dalam hidup saya :)
Hari Pertama Anak ku (Alfian) Berjalan (momen kenangan tumbuh kembang anak)
10 April 2012 "krokok krokok" ringtone suara kodok berbunyi di hp ku. Kala itu tepat pukul 1430. ringtone itu menunjukan bahwa ada pesan teks (SMS) yang diterima. Pesan yang kuterima dikirim dari istri ku tersayang, Pesan yang di kirim berisi : "Pa2,alfi udh bs jln.."
Mendapat SMS ini hati ku sungguh riang tak terkira, ucap syukur Alhamdulillah kepada Allah, terus ku lafazkan, tak sabar ingin segera pulang ke rumah untuk melihat anakku berjalan sendiri.
Usianya kala itu 1 tahun 3 bulan 4 hari. Sesampainya saya di rumah, saya disambut oleh anak saya yg berjalan dan mamanya yang berjaga2 di belakang untuk menghindari kemungkinan Alfi terjatuh. Ya sungguh bahagia melihat buah hati kami tumbuh berkembang. Masuk kedalam rumah semakin mencengangkan, karena anak kami berjalan bolak balik dari ruangan ke ruangan lain di dalam rumah, ini hari pertamanya berdiri sendiri, tapi anak ku tampak seperti sudah lama bisa jalan sendiri. hehehehe, sangat senang hari itu, mengingat anakku telah bisa berjalan sendiri, dan setelah puas berjalan saat kugendong, tampak anak ku kelelahan, di beri 1 botol susu besar, langsung dihabiskan dalam sesaat. Dan malam telah tiba. saatnya untuk tidur....
Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan karunia kepada kami sekeluarga... Alhamdulillah...
Mendapat SMS ini hati ku sungguh riang tak terkira, ucap syukur Alhamdulillah kepada Allah, terus ku lafazkan, tak sabar ingin segera pulang ke rumah untuk melihat anakku berjalan sendiri.
Usianya kala itu 1 tahun 3 bulan 4 hari. Sesampainya saya di rumah, saya disambut oleh anak saya yg berjalan dan mamanya yang berjaga2 di belakang untuk menghindari kemungkinan Alfi terjatuh. Ya sungguh bahagia melihat buah hati kami tumbuh berkembang. Masuk kedalam rumah semakin mencengangkan, karena anak kami berjalan bolak balik dari ruangan ke ruangan lain di dalam rumah, ini hari pertamanya berdiri sendiri, tapi anak ku tampak seperti sudah lama bisa jalan sendiri. hehehehe, sangat senang hari itu, mengingat anakku telah bisa berjalan sendiri, dan setelah puas berjalan saat kugendong, tampak anak ku kelelahan, di beri 1 botol susu besar, langsung dihabiskan dalam sesaat. Dan malam telah tiba. saatnya untuk tidur....
Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan karunia kepada kami sekeluarga... Alhamdulillah...
Rabu, 23 Maret 2011
Able Bodied Passenger
Untuk kesekian kalinya saya berpergian menggunakan transportasi udara, kali ini saya mengunakan transportasi udara untuk menunaikan tugas dinas luar kota. Ingat sekali kala pertama saya bepergian dengan transportasi ini, kala itu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 2, bersama orang tua (mama & papa) dan kedua kakak saya (mbak Ayu dan kak Dodhy). maskapai yang digunakan adalah Pelita Air Service. Dari Kota Palembang menuju kota Jakarta. Pelayanan maskapai ini sungguh excellent (tidak seperti saat ini, tidak bermaksud menjatuhkan salah satu maskapai manapun, red). Dan intensitas menggunakan transportasi udara semakin meningkat seiring berjalannya waktu, karena saat kuliah saya mencari ilmu di pulau lain (baca : luar sumatera, red), jadi dikala akan kembali ke hometown(Palembang), 'biasanya' saya menggunakan transportasi ini, ('biasanya' artinya tidak selalu menggunakana transportasi udara, pernah beberapa kali mencoba pengalaman dengan melakukan perjalanan 'estafet', bis-kapal-kereta, perjalanan seperti ini juga mengasyikan tapi butuh stamina prima tuk melakukannya, heheheh).
Gambar 1. Foto Kota Jakarta dari atas pesawat di kala senja *
Kembali ke judul yang saya buat 'Able Bodied Passenger', sejak kuliah (hingga sekarang), ketika saya bepergian menggunakan transportasi udara, sering saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah seorang yang di maksud dari judul diatas, jikalau di persentasikan kedalam persentase, 90% dari perjalanan saya menggunakan moda transportasi udara (terhitung hingga tanggal 20 Maret 2011), saya sering ditempatkan sebagai salah satu 'Able Bodied Passenger'. Dan tulisan ini tidak bermaksud menyombongkan diri atau maksud negatif yang lain. Saya hanya ingin share apa yang dimaksud dengan judul diatas, dan evaluasi kepada diri saya sendiri khususnya dan rekan-rekan yang lain pada umumnya.
Berdasarkan pedoman yang saya baca (biasanya ada di kantong di depan kursi) yang dimaksud dengan Able Bodied Passenger adalah 'Penumpang yang mampu dan bersedia membantu awak kabin "yang harus memenuhi kriteria tertentu"'. Ini pengertian yang saya dapatkan dari pedoman yang saya baca kala saya sedang mengikuti penerbangan bersama maskapai Lion Air.
Di pedoman tersebut jelas tertulis, 'Apabila anda berkeberatan, kami dapat memindahkan tempat duduk anda dan menempatkan penumpang lain yang bersedia'. Jadi cukup jelas bahwa tidak ada unsur paksaan untuk menjadi salah seorang Able Bodied Passenger. Jadi untuk rekan-rekan yang membaca tulisan saya ini, jikalau Anda tidak bersedia di tempatkan di posisi/tempat duduk Able Bodied Passenger, jangan ragu untuk menyampaikan keberatan atau ketidakbersediaan saudara kepada awak kabin yang bertugas saat itu.
Gambar 2. Pengertian Able Bodied Passenger menurut pedoman Lion Air*
Di pedoman tersebut jelas tertulis, 'Apabila anda berkeberatan, kami dapat memindahkan tempat duduk anda dan menempatkan penumpang lain yang bersedia'. Jadi cukup jelas bahwa tidak ada unsur paksaan untuk menjadi salah seorang Able Bodied Passenger. Jadi untuk rekan-rekan yang membaca tulisan saya ini, jikalau Anda tidak bersedia di tempatkan di posisi/tempat duduk Able Bodied Passenger, jangan ragu untuk menyampaikan keberatan atau ketidakbersediaan saudara kepada awak kabin yang bertugas saat itu.
Jikalau saya perhatikan, pola yang terbentuk untuk pemilihan/penempatan tempat duduk untuk menjadi salaha satu Able Bodied Passenger adalah Ground crew yang menentukan apakah seseorang layak untuk menjadi salah seorang Able Bodied Passenger dalam penerbangan yang akan ia tempuh (tetapi terkadang, ground crew juga mengalami kekeliruan dalam menentukan hal ini, saya pernah menemui beberapa kali). Karena itu ada kriteria standar yang di terapkan dalam penerbangan (mohon petunjuk dan bimbingan bagi pengamat dirgantara, jikalau ada tulisan saya yang salah, red).
Sekilas pandang kebanyakan orang yang dipilih atau ditempatkan posisi duduknya sebagai Able Bodied Passenger adalah orang yang berpergian sendirian (jikalau pandangan saya ini salah, mohon di koreksi, ini saya ambil kesimpulan dari pengalaman saya yang sering bepergian sendirian, dan juga hasil wawancara (baca : ngobrol, red ) dengan penumpang lain yang ditempatkan di posisi/tempat duduk Able Bodied Passenger).
Gambar 3. Pintu darurat dan instruksi penggunaannya*
Gambar 4. Handle pintu darurat *
Biasanya tempat duduk Able Bodied Passenger berada di dekat pintu darurat. Karena posisi berada didekat pintu darurat, maka ruang untuk kaki pun agak sedikit lega, dengan tujuan memperlancar akses keluar saat terjadi kejadian darurat/emergency. Karena kelegaan ruang kaki inilah, terkadang beberapa penumpang memesan kepada ground crew agar ditempatkan di tempat duduk dekat jendela darurat / posisi Able Bodied Passenger. Jikalau penumpang tersebut memenuhi kriteria ya tidak apa-apa, yang menjadi masalah jikalau penumpang tersebut tidak memenuhi kriteria. Karena itu bersikap bijaklah saat akan mengajukan diri untuk duduk di dekat pintu darurat, karena saat itu juga anda telah memutuskan apakah akan mampu dan menjadi seorang Able Bodied Passenger atau tidak, jikalau tidak, baiknya urungkan niat yang dimaksud. Saya pribadi juga tidak pernah mengajukan diri tuk duduk dekat pintu darurat dan menjadi bagian Able Bodied Passenger. Tetapi Ground Crew yang selalu menempatkan saya disana. Dan jikalau anda ditempatkan dan bersedia menjadi bagian Able Bodied Passenger maka pahami prosedure, peraturan dan diberlakukan di masing-masing pesawat (udah kayak paham banget bahasanya, tapi seingat saya dari beberapa maskapai yang pernah saya tumpangi, selalu mengingatkan hal demikian heheheh)
Gambar 5. Ruang kaki yang cukup lega berada di kursi dekat pintu darurat *
Info tambahan, biasanya di dekat pintu darurat ada rambu/petunjuk untuk tidak meletakan tas/barang di area ini. karena dapat menghambat evakuasi (tentunya di setiap penerbangan kita selalu berdoa agar pintu darurat tidak digunakan, (baca : tidak ingin terjadi sesuatu yang merugikan ataua berbahaya, red)), jadi mari kita saling mengingatkan jikalau kita kebetulan ditempatkan di tempat duduk dekat pintu darurat, bertindakla bijak dengan tidak meletakan barang/tas di area ini, tidak perlu menunggu awak kabin menegur kita :)
Sepertinya tulisan yang saya buat kali ini bisa membuat pembaca lelah dan bosan, maka saya akhiri tulisan ini. di tulisan saya berikutnya saya akan menuliskan kriteria dan tugas Able Bodied Passenger.
Besar harapan saya setelah membaca tulisan yang saya buat ini, pembaca dapat lebih menyadari, memahami dan tidak bersifat egois ketika bepergian menggunakan transportasi udara.
Atas perhatian dan waktu pembaca untuk membaca tulisan ini, saya ucapkan terimakasih
Salam,
Arie Yosheri
* semua poto yang berada di tulisan ini, saya ambil menggunakan peralatan Handphone Sony Ericsson dengan mode : Flight mode, yang tidak menimbulkan sinyal/menerima sinyal yang dapat mengganggu penerbangan, mohon lebih bijak dalam menggunakan peralatan elektronika, peralatan komunikasi, ketika berada di dalam pesawat untuk keselamatan bersama.
Sepertinya tulisan yang saya buat kali ini bisa membuat pembaca lelah dan bosan, maka saya akhiri tulisan ini. di tulisan saya berikutnya saya akan menuliskan kriteria dan tugas Able Bodied Passenger.
Besar harapan saya setelah membaca tulisan yang saya buat ini, pembaca dapat lebih menyadari, memahami dan tidak bersifat egois ketika bepergian menggunakan transportasi udara.
Atas perhatian dan waktu pembaca untuk membaca tulisan ini, saya ucapkan terimakasih
Salam,
Arie Yosheri
* semua poto yang berada di tulisan ini, saya ambil menggunakan peralatan Handphone Sony Ericsson dengan mode : Flight mode, yang tidak menimbulkan sinyal/menerima sinyal yang dapat mengganggu penerbangan, mohon lebih bijak dalam menggunakan peralatan elektronika, peralatan komunikasi, ketika berada di dalam pesawat untuk keselamatan bersama.
Kamis, 04 November 2010
Sopan santun dalam menggunakan klakson
Pagi ini perjalanan menuju kantor agak sedikit terganggu oleh aktivitas pengendara 'Offensif'
Kejadian ini terjadi di jalan A. Yani tepatnya di perempatan lampu merah Plaju-Jakabaring-Kertapati
Mobil kijang kapsul buatan sebelum tahun 2000 (terlihat dari kaca spion, bentuk grill dari mobil tersebut merupakan generasi pertama kijang kapsul) yang berada di belakang kendaraan yang sedang saya kendarai membunyikan klakson terus menerus. Padahal saat itu suasana sedang macet dan kendaraan tidak dapat melaju. Ya mungkin pengendara ofensif tersebut sedang di buru waktu demikian pikiran sehat saya berkata. Beberapa kali, saya mencoba memberikan ruang agar kendaraannya dapat mendahului. Tetapi sang pengendara tidak mendahului saya. 15 menit mengantri di perempatan itu akhirnya lolos dari kemacetan lampu merah. Seperti biasa saya memacu kendaraan dengan keadaan santai (40km/jam) menuju jembatan ampera jembatan kebanggaan warga Palembang, tetapi lepas dari kemacetan mobil tersebut tidak begitu cepat lajunya, menandakan bahwa sang pengandara sedang tidak di buru waktu atau ada keadaan yang mendesak
Mobil yang saya kendarai, berada di jalur kiri sedangkan mobil pengendara offensif terus selalu berada di lajur kanan yang biasa digunakan untuk mendahului. Saya semakin merasa aneh, di saat kemacetan mendera, mobil itu selalu membunyikan klakson, tapi sekarang jalan dengan santai di sebelah kanan. Pikiran positif kembali dicoba untuk ditumbuhkan, ya mungkin kelistrikan dari mobil tersebut sedang ga fit (korslet demikian bahasa bakunya). Tetapi hal ini gugur, bersamaan dengan kembalinya pengendara offensif menyalakan klakson berulang kali ketika ada mobil di depannya, dan terlihat jelas tangannya memukul mukul klakson (terkesan si pengendara tidak ingin ada yang menghalangi pandangannya di depan). Bahkan beberapa kendaraan yang hendak mendahuluinya harus mengambil jalur kiri karena 'dipaksa' oleh pengendara ofensif yang berjalan di lajur mendahului dengan santai. Meskipun di klakson oleh kendaraan lain yang hendak mendahului, sang pengendara tidak mengindahkan, tetap berada di lajur paling kanan. Hal ini juga terjadi di dekat masjid agung (yang mana notabene, di dekat lokasi tempat peribadatan di harapkan tidak membunyikan klakson, rasanya pernah liat rambu dilarang membunyikan klakson di dekat masjid agung, tapi saya lupa letak pastinya, semoga ingatan saya ini tidak salah). Si pengendara offensif terus menerus membunyikan klakson.
Cukup gerah dengan tingkah laku pengendara seperti ini. Hingga di putaran depan Bank Mandiri Cinde, mobil tersebut balik arah. dan suara klaksonnya terus menerus berbunyi. :)
Ada baiknya para pengendara(baik motor maupun mobil) dapat belajar lebih baik tentang sopan santun dalam berkendara. Karena menurut peraturan perundangan secara umum menggunakan klakson diatur dalam pasal 71 PP No.43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan. Dalam ayat 1, dikatakan isyarat peringatan dengan bunyi yang berupa klakson dapat digunakan apabila :
Diperlukan untuk keselamatan lalu lintas
Melewati kendaraan lain yang ada di depan.
Hanya untuk kepentingan itu saja klakson relevan digunakan.
Diperlukan untuk keselamatan lalu lintas
Melewati kendaraan lain yang ada di depan.
Hanya untuk kepentingan itu saja klakson relevan digunakan.
Mungkin itu sedikit cerita untuk hari ini. Semoga para pengendara dapat lebih menahan emosi dan ego nya, dan menjadi pengendara defensif, untuk terciptanya kelancaran, kenyamanan, dan ketertiban di jalan
Langganan:
Postingan (Atom)
